Bangga menjadi Etoser?Siapa takut!!

Mengingat kembali satu fase hidup yang sangat luar biasa aku pikir, tahun 2008 saat pertama kali aku menyandang gelar mahasiswa. Wuih..tidak terbayang sebelumnya..seorang Karimah mampu menjadi mahasiswa di tengah impian yang mungkin sudah ia kubur dalam-dalam. Satu fase di saat perjuangan itu terasa manis, berlari-lari mengejar mimpi dengan berharap pada 1 lembaga beastudi. Bea studi Etos.

Bea studi Etos tempat kuberharap impian menjadi seorang mahasiswa akan terwujud. Taglinenya Menjadi panitia orang sukses Indonesia membuatku membayangkan betapa aku akan memasuki sebuah komunitas luar biasa. Komunitas tempat aku menempa diri, tempatku merenda mimpi dan mewujudkan itu jadi nyata. Rasanya tidak terpikir lagi status “Dhuafa” yang dulu pernah kusandang lantaran sekolah yang ku jalani hampir semua dari badan zakat atau dari beasiswa di sekolah.Ya..bukannya saat untuk menjadi pribadi inferior namun saatku buktikan bahwa aku bisa menjadi orang luar biasa itu.

Kebanggaan menjadi Etoser mungkin tidak serta merta muncul pada tiap pribadi etoser yang ada sekarang. Mungkin mereka masih terstigma oleh pendapat masyarakat di luar sana, kalau orang yang serba terbatas tidak layak sukses atau mereka merasa malu jika harus menyandang status “dhuafa” yang mendapat santunan dari para muzakki. Ehm..sebenarnya perasaan itu lumrah jika hanya terbersit satu dua kali dalam pikiran kita. Namun jika pikiran ini berakar dan mengendap dalam pemikiran para etoser,mereka akan mengalami stagnasi, sistem berpikirnya akan terus menginduksi dirinya bahwa dia lemah,terbatas dan tidak layak sukses.

Tahun ini ada perubahan jargon bea studi etos, dulu kita memakai istilah Panitia Orang Sukses Indonesia kemudian beralih pada jargon More Than Excellent..Menurutku hal ini sebagai sebuah titik tekan juga bahwa kita tidak sekedar menjadi orang yang melihat mereka yang lain sukses tetapi kita berhak meraih sukses itu. Kita adalah orang luar biasa yang sedang membangun diri menjadi lebih luar biasa. Masihkah kita minder menjadi Etoser? Masihkah kita tidak bangga untuk menunjukkan bahwa kita yang lebih luar biasa ini adalah hasil binaan asrama bea studi Etos.

Cukup rasanya bagi kita hanya untuk menyesali diri dan berkubang dalam penyesalan nasib yang tidak akan pernah berubah kalau kita tidak merubah diri sendiri. Cukuplah bagi para etoser yang terus menuntut dipenuhi fasilitas ini itu untuk alasan optimalisasi pengembangan diri. Tahukah teman bahwa sebaik apapun lingkungan mensupport diri kita untuk sukses selama paradigma sukses kita masih berkutat pada keterbatasan diri maka kesuksesan itupun tidak akan pernah kita raih. That’s all..saatnya kita mempertanyakan apa yang sudah kita berikan untuk Bea Studi Etos, setidaknya kita sebagai etoser bangga menjadi bagian dari lembaga luar biasa ini.

Surabaya,21 desember 2010 “Karimah Etoser Surabaya angkatan’08”

About sangpengkader

Semangat untuk lebih dari sekedar Luar Biasa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s