What a beautiful dream it is..

Para aktivis dakwah, bagaimana kabar antum hari ini? masih bersemangat? masih punya optimisme tentang dakwah ini? ane yakin jawabnya iya, dan harus..
Energi kita untuk menjalani hari salah satunya adalah dari semangat dan optimisme kita memandang dakwah, para da’i dan objek dakwah kita sekarang..
Semua berawal dari mimpi ikhwah.. Apa mimpi antum untuk dakwah (dakwah kampus)? apa mimpi antum untuk para da’i? apa mimpi antum untuk para objek dakwah itu..
Mimpi mengajarkan kita untuk jelas dan pasti menata tujuan.. Kita tentu tidak ingin menjadi para aktivis dakwah yang hanya hilir mudik terlihat sibuk dalam aktivitas-aktivitas dakwah yang ternyata kita sendiri tidak paham mengapa kita menyeru dan kepada apa kita menyeru mereka.
Mimpi membuat kita selalu berhitung sudah berapa langkah yang kita tempuh, sudah seberapa jauh kita berjalan ..meniti jalan dakwah dan mengajak mereka merasakan indahnya Al-Islam.
Mimpi dan mimpi kita ikhwah fillah ..
Tetapi perhatikan mimpi bukanlah sekedar bunga tidur yang akan lenyap ketika kita terbangun, mimpi juga bukanlah bualan pemalas yang hanya berpangku tangan menunggu “durian runtuh”
Mimpi dakwah kampus kita hari ini adalah bagian dari sebuah komitmen.
Bukan sekedar ingin saja tetapi harus diwujudkan..
Dengan kerja keras, kesungguhan dan optimisme 
Bersemangatlah dan teruslah bermimpi dengan komitmen untuk mewujudkannya..

Teringat dengan sebuah cerita tiga tipe para pendaki gunung..
Pertama adalah tipe quitters. Pendaki tipe ini mereka begitu pesimis melihat tingginya gunung yang akan didaki, sehingga mereka memutuskan untuk berhenti dan mengurungkan niat untuk melakukan pendakian. Yah..cukup deh melihat indahnya kaki gunung dengan hijau dedaunan yang menyejukkan.. dengan mudahnya menyerah karena membayangkan diri tak sanggup menjalani pendakian. Wah sayang sekali, padahal mencoba saja belum…
hemm
Tipe kedua kawan, mereka masih memiliki semangat untuk mendaki gunung, walau dilihatnya menjulang begitu tinggi tebing yang terjal bahkan puncakpun tak nampak.. Ia berjalan..mendaki selangkah dua langkah..setapak demi tapak hingga tak terasa sudah sampai separuh perjalanan.. Lelah mulai bergelayut..bulir-bulir keringat menetes menandakan kepayahan-kepayahan selama pedakian. Ia memandang sekelilingnya..dilihatnya ia sudah berhasil mendaki lumayan tinggi dari kaki gunung, terbesit niat..ya sudahlah cukuplah saya mendaki disini..Inilah tipe campers, mudah puas..tidak punya ambisi lebih dalam hidupnya. Sehingga cukuplah jika sudah mencapai separuh perjalanan daripada tidak sama sekali..padahal awalnya dia sudah berniat menggapai puncak.
Padahal sedikit lagi kawan…sedikit lagi, andaikan dia bersabar, andaikan dia lebih bersemangat..
inilah pendaki terakhir,
Yup..pendaki terakhirlah yang jadi harapan kita bersama. Pendaki tipe climbers,dia adalah pendaki yang jelas tujuannya apa yang ingin dia tuju. Mendaki sampai ke puncak..mendaki sampai akhir walaupun tidak memungkiri sempat terbersit keraguan..apakah aku mampu, walapun sempat tergoda cukuplah aku sampai disini saja..lelah, capek sudah saatnya istirahat.
Tetapi dia punya impian kawan..impian yang bukan sekedar impian kosong. Impiannya mendaki sampai puncak gunung benar-benar ingin dan harus ia capai. Ia terus melangkah, mendaki terjalnya tebing, tingginya puncak, lelahnya tubuhpun tak dihiraukan. Dia optimis, pasti insya Allah dia bisa tiba di puncak itu. Satu langkah lagi..bertahanlah satu langkah lagi, kamu bisa..kamu mampu.
Jadilah pendaki tangguh itu ikhwah, rela berpayah-payah, berusaha sekuat tenaga untuk menggapai puncak itu.
Jadilah para aktivis dakwah tipe climbers itu ikhwah, kita punya tujuan jelas mengapa, apa dan siapa yang kita seru.
Maka alasan apa lagi yang membuat kita ragu untuk berbuat yang terbaik, menyempurnakan semua ikhtiar-ikhtiar kita.
Selama Allah yang akan memampukan, Selama saudara-saudara kita yang akan saling menguatkan.. selama kita masih beramal jama’i dan mengikhlaskan diri, menjadikan semuanya adalah ibadah kepada-Nya mengharap ridho Illahi semata.

About sangpengkader

Semangat untuk lebih dari sekedar Luar Biasa
This entry was posted in Dapur Kami. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s