Apa yang kita cari dalam halaqoh?

Suatu hari ane mendapat sms dari seorang ikhwah. Dia menanyakan kepada ane, apakah seorang kader dakwah ukuran sehat-tidaknya adalah dengan parameter aktif tidaknya dalam halaqoh? Singkat cerita dia memaparkan bahwa kondisi halaqoh sekarang sudah tidak relevan lagi sebagai sarana pengkaderan. Dia menyayangkan banyak potensi-potensi kader yang bagus namun tidak ter-up grade dengan baik lantaran mereka tidak aktif dalam halaqoh nya.
Ane mencoba merefresh kembali, mengevaluasi secara umum kondisi lingkaran-lingkaran yang ada sekarang ini. Kegelisahan seorang ikhwah itu bukan hal baru lagi. Tetapi hal ini tentu tidak bisa dianggap wajar terus menerus. Sebenarnya apa yang terjadi dengan ikhwah kita dan halaqohnya? Bagaimana juga seorang kader bisa nyeletuk, emang masih penting ya ikut halaqoh? Sungguh miris jika poros pengkaderan kita telah jauh dari ruh yang diharapkan. Ketika halaqoh sudah tidak diinginkan dan dianggap tidak relevan.
Namun baiknya kita tidak boleh terlalu cepat mengambil kesimpulan. Bisa saja kondisi tidak ideal itu bersifat kasuistik, jadi jangan digeneralisir. Ya standarisasi ratusan lingkaran itu bukan perkara mudah. Karena kita tidak sedang men-setting mesin atau program komputer yang asal sesuai SOP maka akan berjalan lancar sesuai dengan “master” nya. Halaqoh yang berisi para manusia dengan kualifikasi masing-masing sungguh merupakan tantangan besar bagaimana sebuah halaqoh itu bisa berjalan dengan optimal.
Berikut ini hal-hal yang perlu di-refresh lagi dalam halaqoh-halaqoh kita… Hingga kita tetap rindu untuk datang, dan datang kembali tiap pekannya , check this out…
Kembalikan pada niat
Walaupun semua sudah paham apa urgensi halaqoh, mengapa kita harus halaqoh namun ternyata niat memang harus diperbarui dari waktu ke waktu. Agar halaqoh ini menjadi bagian dari amal ibadah unggulan kita, maka kumpulan sebanyak mungkin alasan/motivasi mengapa kita harus ikut halaqoh. Insya Allah, hal tersebut akan menguatkan kita untuk tetap bertahan dalam jama’ah kebaikan ini. Sungguh kita akan mendapatkan sesuai apa yang kita niatkan.
Rutin tidak berarti Monoton
Seringkali hal yang rutin itu membuat kita kehilangan makna dan esensi keberadaannya. Jangan sampai halaqoh kita yang rutin itu menjadi monoton dan menjenuhkan. Butuh kreatifitas dan inovasi dari setiap anggota halaqoh bagaimana agar halaqoh kita “ga mati gaya”. Sempatkan membuat jadwal halaqoh di awal bulan. Susun hal-hal yang kita butuhkan dan memang harus kita dapatkan saat itu. Perkaya dengan berbagai hal yang akan menyegarkan pertemuan tiap pekan, dengan taujih bergilir, diskusi, tafsir, bedah buku dsb.
Perbanyak simpul-simpul ikatan kita
Berada dalam lingkaran dengan individu-individu beraneka ragam bisa menjadi faktor pendukung dan penghambat. Hubungan antar anggota halaqoh hendaknya tidak sekedar terjalin pada saat bertemu dalam halaqoh saja. Simpul ikatan itu harus diperbanyak lagi sehingga peran halaqoh sebagai poros penjagaan dalam jama’ah bisa terwujud. Simpul ikatan pertama halaqoh sebagai sarana tarbiyah kader, simpul ikatan kedua halaqoh sebagai sarana diskusi tentang dakwah dan amanah, simpul selanjutnya halaqoh sebagai sarana pengembangan potensi dan kepribadian diri serta simpul-simpul lain sesuai yang dibutuhkan kader. Persamaan background pendidikan, rentang usia, beban amanah kader juga merupakan simpul-simpul yang akan mendukung solidnya halaqoh kita.
Ingat, ini bukan satu-satunya sarana
Halaqoh itu penting, namun bukan segala-galanya. Sehingga jangan selalu mengandalkan murobbi, jangan menjadikan halaqoh satu-satunya sarana membina diri, tetapi jadikan halaqoh sebagai sarana utama tarbiyah dalam bingkai beramal jama’i.
Tetaplah bersabar, halaqoh juga merupakan ujian
Kita tidak bisa menuntut semua kondisi berjalan seideal yang kita harapkan. Jika ketidaksehatan halaqoh berlangsung terus menerus maka bersabarlah. Jangan lupa terus berikhtiar untuk melakukan perbaikan-perbaikan semampu kita. Insya Allah tidak ada hal yang sia-sia. Asalkan niat baik, berproses dan bertujuan baik semoga Allah menjadikannya sebagai pahala bagi kita.
Tetap semangat halaqoh!! Karimah.

About sangpengkader

Semangat untuk lebih dari sekedar Luar Biasa
This entry was posted in Lingkaran Kami. Bookmark the permalink.

One Response to Apa yang kita cari dalam halaqoh?

  1. widya says:

    so nice….semoga diri ini semakin cinta dengan datang dan mengisi halaqah…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s