Aktivis Dakwah ANGKUH??

Dear Diary SangPengkader                                                                                                                  28 Januari 2012

Pernah suatu titik saya merasa ada kondisi yang berjarak antara seorang dai dengan objek dakwahnya. Saat kita sebagai da’i berjibaku dengan berbagai syuro; dan agenda dakwah, namun sang objek dakwah serasa masih jauh dari sentuhan dakwah yang kita berikan.

Pada saat itu saya berpikir, bagaimana semua itu bisa terjadi? Bukankah semua kesibukan kita di jalan ini sebagai usaha menyeru mereka ke jalan-Nya?

Teringat saat ada ikhwah yang komplain, mengapa dakwah kita hanya mengurusi orang-orang yang notabennya udah baik? Sedangkan teman-teman yang nongkrong di gazebo, hobinya nge-mall dan have fun kayaknya ga tersentuh sama sekali.

Hemm, saya berpikir keras, apa ya penyebabnya? Apa mereka yang keras hati atau kita yang ga sungguh-sungguh. Apa mereka yang sudah menutup hati atau kita yang angkuh untuk menjadi pengantar hidayah di tengah-tengah mereka, ya apapun itu tidak ahsan kalau kita menyalahkan pihak lain. Kembali instropeksi diri, kembali melihat ikhtiar-ikhtiar dakwah kita selama ini.

Hingga saya sampai pada satu kesimpulan, bahwa kadang kita mungkin terlalu angkuh..kita merasa diri lebih baik dan sempurna dari mereka hingga kadang merasa jengah berada bersama objek dakwah spesial itu. Kita menghindar, memilih mengurusi ladang dakwah yang siap panen tanpa harus mengolah ladang, mengairi, memupuk dan serangkaian proses perawatan yang tentu membutuhkan ekstra energi,pikiran,perhatian lebih dari biasanya. Apakah benar seperti itu ikhwah??

Seringkali kita memberi judgement kalau objek dakwah tertentu sulit didakwahi dan lebih fokus pada pihak-pihak yang mudah menerima seruan kebaikan .Padahal setelah dievaluasi sebenarnya seberapa signifikan gerak dakwah kita diantara mereka. Da’i memang angkuh jika terus seperti itu. Padahal semua orang berhak mendapatkan sentuhan dakwah.

Maka selalu tulis angka “10” untuk setiap objek dakwah kita sehingga engkau selalu optimis bahwa mereka insya Allah mau berubah menjadi manusia yang lebih baik. Tidak perlu sibuk pada hasil dan perubahan objek dakwah. Optimalkan ikhtiar dan biarkan Allah yang menggenapkannya.

Keep Optimist and Semangat Mengkader !!

About sangpengkader

Semangat untuk lebih dari sekedar Luar Biasa
This entry was posted in Jejak Kami. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s