Membuat “Rules” dalam Keluarga

Sejenak rehat dari rutinitas, aku ingin menuangkan sedikit inspirasi setelah melihat serial drama jepang yang berjudul Mamoru Okite.

Serial drama keluarga ini mengajarkanku bagaimana kita membangun dan menjaga yang kita sebut keluarga. Idealitas tentang keluarga yang akan dibangun menyeruak dalam pikiran. Bayangan keluarga mulai terlintas bagaimana kelak aku akan menjalaninya. Di awal pernikahan, setiap pasangan memiliki Visi tentang apa tujuan pernikahan yang di jalani. Suami istri akan mulai menyusun misi, tangga-tangga menuju visi yang telah ditetapkan. Mereka sedang mempersiapkan sebuah perjalanan panjang. Perjalanan ini bukan sekedar perjalanan satu dua hari. Namun kita akan menjalaninya hingga mencapai Jannah-Nya. Tidak sekedar untuk kepentingan di dunia saja namun menembus jauh hingga ke akhirat.

Begitu pula dengan pihak yang terlibat, peran ini tidak bisa dijalankan satu pihak saja, istri atau suami saja. Namun semua pihak harus ikut serta membangun dan menjaga keluarga setelah visi-misi itu jelas di rumuskan. Suami, istri, anak dan keluarga besar bahkan termasuk tetangga adalah sistem yang utuh untuk menjaga harmonisasi keluarga kita kelak.

Saya semakin merasakan pentingnya peran suami sebagai imam dalam sebuah keluarga. Sosok suami adalah “pembuatan peraturan”. Dia akan menentukan nilai apa yang akan menjadi nilai keluarga. Dia akan menegakkan aturan-aturan yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misal adanya aturan wajib sholat jama’ah bagi tiap anggota keluarga ketika sedang berada di rumah. Jadi dengan aturan tersebut akan memastikan setiap anggota bisa berkumpul bersama secara rutin minimal ketika sholat berjamaa’ah. Selain aturan-aturan yang mencakup hal ubudiyah dapat dibuat aturan terkait interaksi antar anggota keluarga, sopan santun, adab bergaul dan hal-hal lain yang di rasa perlu.

Aturan di buat bukan untuk membatasi gerak atau mengungkung kebebasan anggota keluarga. Peraturan keluarga akan membuat kita tetap terjaga dan menjaga rasa sebagai salah satu anggota keluarga. Banyak kasus terjadi, disebut keluarga namun bersapa, berinteraksi dan berkumpul saja tidak sempat. Karenanya momen itu harus dicipta bukan ditunggu atau diharap spontan terjadi. Bahkan untuk menguatkan posisi “peraturan keluarga” , boleh saja peraturan itu ditulis dalam buku khusus kumpulan peraturan keluarga. Sehingga tiap anggota keluarga bisa membacanya kapanpun mereka mau.

Sebuah peraturan memang suami atau ayah yang membuat, tetapi bisa jadi inspirasi aturan yang akan diterapkan muncul dari anggota keluarga yang lain. Poin penting adalah kata sepakat menerapkan peraturan keluarga tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Percuma saja jika suami atau ayah ngotot untuk menegakkan sebuah peraturan sementara anggota keluarga lain tidak kooperatif dalam melaksanakan peraturan yang disepakati. Intinya peraturan itu akan menjamin kebahagiaan keluarga, menjaga rasa kekeluargaan, serta menjadi alarm apakah sistem keluarga masih berfungsi secara sehat atau tidak.

Hal yang perlu diingat, banyak tantangan saat implementasi peraturan nantinya. Tantangan terbesar adalah bagaimana tiap anggota keluarga secara istiqomah menjalankan peraturan keluarga yang ada. Ibu sebagai manajer keluarga harus terus telaten mengawasi dan mengingatkan tiap anggota agar berkomitmen pada peraturan keluarga. Peraturan keluarga juga harus terevaluasi secara rutin dan bagi yang melanggar bisa mendapat teguran atau sanksi. Sedikit ribet memang. Tetapi silahkan dibuktikan, insya Allah akan menyegarkan suasana keluarga atau rumah tangga yang sedang anda jalani. Tiada kata terlambat untuk memulai. Membuat peraturan keluarga..kenapa tidak??

Di kamar kontrakan, 22.07

About sangpengkader

Semangat untuk lebih dari sekedar Luar Biasa
This entry was posted in Dapur Kami. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s