Rindu Ayah…

Ayah, aku rindu…
Berlari kecil berkejaran di pekarangan rumah, berayun-ayun, bergelayut manja pada ke dua lenganmu..
Ayah, aku rindu…
Kau bonceng aku di belakang sepeda tuamu, minggu pagi yang bersemangat menuju alun-alun kota..memandang dari atas jembatan penyeberangan hilir mudik kendaraan yang kian padat dan sesak.
Ayah, aku rindu…
Sepulang dari sekolah, kau bawakan ku majalah “Aku Anak Sholeh”..aku selalu bergegas membuka dan membacanya keras-keras
Ayah, aku sangat rindu
Saat di sela-sela padatnya pekerjaanmu , kau menemaniku belajar hingga larut malam. “Ayo segera tidur sudah malam, tegurmu..belum bii, besok ada ujian..sahutku.”
Ayah?
Ayah, bolehkan aku rindu??
Tiap ba’da ashar itu, kau menyimak hafalanku..ayo sekarang al humazah!! Katamu tegas..bismillahirrohmaanirrohim… wailulli kulli humazatil lumazah..
Ya, ayah..aku rindu, sangat rindu..
Nanti abi beri hadiah..siapa yang puasanya full bulan ramadhan ini? Siapa yang tarawihnya ga bolong-bolong..
…………
……………………………………..
“Seorang anak perempuan tidak akan pernah lupa pada sosok ayahnya. Dia akan selalu membutuhkan ayahnya walaupun telah beranjak dewasa. Dia akan selalu rindu limpahan kasih sayang dari sang ayah. Bukan sekedar pemenuhan hal bersifat materi namun jauh lebih penting adalah terjaganya ikatan hati antara ayah dan anak. Sapaan, perhatian, mendengar, mengarahkan, menemani. Sungguh seorang anak perempuan akan tumbuh dewasa dengan sempurna bersama sang ayah.”
…………
……………………………………..

About sangpengkader

Semangat untuk lebih dari sekedar Luar Biasa
This entry was posted in Rehat Kami. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s