Bukan Sekedar Ingin

Image

Jumat pagi kehebohan terjadi di pesantren. Ustdazah kami hari ini akan berangkat umroh. Penghuni pesantren begitu antusias ingin mengantarkan beliau ke bandara. Saya hanya tersenyum melihat apa yang mereka lakukan. Ada rasa takjub terselip betapa mereka menyayangi ustadzah dengan tulus. Do’akan kami ustadzah di rumah Allah..semoga Allah memberi keistiqomahan dalam menuntaskan project dunia akhirat ini.

Di antara gegap gempita para penghuni pesantren, ada seorang santri yang begitu berbinar-binar menjelang keberangkatan ustadzah. Tahukah kawan mengapa saudari kita satu ini begitu antusias? Mungkin hal sederhana, tetapi sungguh penuh hikmah jika kita dapat mengambil pelajaran darinya. Keinginannya unik, dia ingin mengantar ustadzah ke bandara lantaran ingin melihat bandara secara langsung, dia mengawalinya dengan masuk bandara sampai suatu saat nanti dia bisa naik pesawat sendiri. Saya masih tersenyum senyum mendengar penuturan lugunya. Sungguh benar-benar keinginan di luar ekspektasi kebanyakan orang.

Eits, kita tidak perlu menertawakan keinginannya kawan. Tahukan kalian? Sekitar satu bulan terakhir dia sering kali mengucapkan keinginannya kepada banyak orang. Aku ingin naik pesawat, ingin masuk bandara…Hmm entah, saat itu mungkin tidak terbayang, bagaimana caranya, ada urusan apa saya harus ke bandara..tetapi dia tetap ngotot pengen ke bandara.

Saya melihat itulah keajaiban mimpi.

Sesederhana apapun impian itu, dia bukan sekedar keinginan. Mimpi itu butuh komitmen. Bukan sekedar ingin tetapi harus!! Mimpi sederhana bisa dengan mudah Allah wujudkan melalui jalan yang tidak pernah kita duga..lho kok bisa? Hmm siapa sangka ustadzah mau umroh?? Siapa sangka ustadzah menawarkan para santri menemani ke bandara. Ya itulah skenario Allah..dan kita meyakininya. Namun untuk mimpi besar, impian yang luar biasa, tidak bisa sekedar pokoknya aku ingin mencapai impian tersebut..bukan sekedar keinginan..tetapi butuh komitmen. Nah salah satunya adalah impian menjadi barisan para penghafal Al Qur’an. Kita tidak bisa hanya berkata ingin. Kita tidak cukup jika bercerita ke semua orang kalau kita bercita-cita menjadi hafidzoh. Impian ini diperlukan komitmen. Impian yang akan kita raih jika kita “ngotot”, keras pada diri sendiri..berupaya istiqomah menghafal-muroja’ah,hingga kemudian skenario Allah berkata, “ Aku ridho atasmu menjadi salah satu penghafal Al Qur’an“.

Subhanallah, sungguh inilah project besar kita untuk meraih ridho Allah. Semoga Allah memberikan keistiqomahan kepada kita dalam menghafal Al Qur’an. Semoga niat kita menghafal Al Qur’an ini adalah lillahi ta’ala. Ya Allah kabulkan permohonan kami ini…Amiin..Amiin Ya rabbal Alamiin…

Jum’at Mubarok, di pesantren tercinta.. 

About sangpengkader

Semangat untuk lebih dari sekedar Luar Biasa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s