Bagaimana Aqidah seorang muslim ? (Part.1)

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh, dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu menghasilkan buahnya (yang manis) pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (Qs. Ibrahim ayat 24-25)

Pohon dengan akar kokoh tidak mudah tumbang. Pohon dengan akar menghujam kuat dalam tanah akan tumbuh dengan baik. Akar akan mengambil mineral dan saripati dalam tanah lalu menyuplai ke bagian pohon lain. Oleh sebab itu, ia besar dengan sempurna. Sebaliknya akar yang lemah, rapuh hanya mengakibatkan pohon cepat mati, tercerabut dari tanah.

pohon-rindang
Bagian pohon yang harus tumbuh terlebih dahulu adalah bagian akar. Begitupula Allah membuat perumpamaan seorang manusia yang baik. Ini diawali dengan akar yang teguh. Dalam bahasa syariah nya memiliki aqidah islam yang kokoh.

Aqidah secara bahasa berarti ‘Aqdun-‘Aqooid yang berarti akad atau ikatan. Secara istilah aqidah ialah sesuatu yang wajib diyakini atau diimani tanpa keraguan sama sekali baik sesuatu itu benar (haq) atau salah (bathil). Menurut istilah khusus aqidah islamiyah adalah iman kepada Allah ta’ala, iman kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.

Aqidah bukan sekedar tahu, mengakui dan percaya. Namun aqidah islam itu adalah keyakinan yang pasti, tanpa ada keraguan di dalamnya, mencakup hal-hal prinsip dan pilar-pilar islam yang utama. Lalu mengapa aqidah ini penting dipahami ? Pertama aqidah islam merupakan pondasi utama dalam menentukan kualitas keimanan seorang mukmin (HR. Bukhari dan Muslim). Kedua, syarat diterimanya amal dan ibadah adalah ikhlas. Sementara dasar keikhlasan di dalam konsep islam adalah aqidah yang lurus, iman yang tulus dan tauhid yang murni (Qs. Al Ikhlas). Ketiga, aqidah islam adalah ruh dan sumber motivasi bagi amal, ibadah dan bahkan kehidupan (Qs. Al An’am ayat 122, Qs. Faathir ayat 22). Keempat, aqidah yang lurus akan mewarnai kepribadian individu, masyarakat maupun bangsa menjadi islami (Al Baqoroh : 138 & 208). Kelima, aqidah yang benar akan menjadi benteng kuat terhadap pemikiran-pemikiran yang menyimpang, hawa nafsu syaitan, serta ujian, cobaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia.

Ada 3 karakteristik, kekhasan, dan keistimewaan aqidah islamiyah diantaranya adalah :
1. Ghaibiyyah, yakni bahwa muatan dan esensi aqidah islam itu didominasi oleh keimanan kepada yang ghaib. Ghaib disini meliputi semua yang ada di balik alam nyata, yang tidak bisa ditangkap oleh kemampuan alami indra manusia, dan bahkan tidak mampu dijangkau oleh penalaran akal dan logikanya.
2. Tauqifiyyah, yakni bahwa dalam beraqidah dan memahami aqidah islam, kita wajib berhenti dan membatasi diri pada batas-batas ketepatan wahyu : Al Qur’an dan As-Sunnah yang shahih saja. Oleh karena itu, kita tidak dibenarkan mendominasikan peran penalaran akal dan logika dalam beraqidah dan memahami aqidah islam.
3. Syamillah, yakni aqidah dengan makna yang mencakup pokok-pokok, prinsip-prinsip, dan rukun-rukun keimanan dengan segala konsekuensinya sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Mewarnai kepribadian secara menyeluruh. Meliputi hubungan manusia dengan Allah serta manusia dan sesama makhluk. Mencakup seluruh keadaan baik di kehidupan dunia, alam barzakh dan akhirat.

Adapun sumber-sumber Aqidah Islam kita mengambil dari sumber berikut, yaitu :
a. Al Qur’an
b. As Sunnah (Al Hadits)
c. Kitab-kitab rujukan aqidah

Penting dalam bahasan aqidah menggunakan sumber-sumber yang menekankan aspek kemurnian dan semangat kemurnian. Penting senantiasa meluruskan aqidah dengan benar dalam mengilmuinya melalui sumber-sumber yang shahih baik al qur’an, al hadits dan kitab para ulama yang akan mengantarkan keyakinan aqidah islam yang lurus. Keyakinan ini akan menjadi landasan giat beramal, semangat beribadah, serta berupaya secara sungguh-sungguh menunaikan ajaran islam.

Betapa banyak kerusakan pada diri manusia di zaman modern ini timbul karena mereka memiliki aqidah yang lemah. Mulai dari merebaknya syirik, klenik dan hal mistik. Munculnya pemikiran-pemikiran menyimpang atau kepercayaan – kepercayaan yang menamakan diri nya islam padahal sejatinya jauh dari aqidah islam. Kecintaan dunia yang begitu mencokol di hati sehingga hanya menjunjung materialisme dan hedonisme. Penyakit gila harta, gila tahta dan gila wanita semakin menjadi-jadi. Aturan agama hanya jadi candaan dan hiasan. Semakin banyak pribadi-pribadi galau, hilang arah dan tak tahu tujuan. Sementara tempat hiburan, minuman keras, narkotika dan pergaulan bebas jadi ajang pelarian.

About sangpengkader

Semangat untuk lebih dari sekedar Luar Biasa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s